kontemplasi

Menuntut Ilmu Sepanjang Waktu

Islam merupakan agama yang sempurna karena mengatur setiap lini kehidupan manusia. Baik mengenai hubungan vertical yaitu makhluk dengan sang pencipta maupun hubungan horizontal yaitu sesama manusia. Tidak hanya itu sebagai kholifah di bumi, manusia dituntut untuk mampu mengemban amanah tersebut. Tentu bukan perkara mudah untuk mengatur kehidupan di bumi sehingga tetap harmoni. Untuk itulah diperlukan ilmu untuk mengaturnya sehingga apa yang diamanahkan pada manusia bisa terlaksana dengan sebaiknya.

Islam menempatkan orang yang berilmu di tempat yang mulia. Secara khusus Rasulullah SAW juga banyak bersabda tentang pentingnya menuntut ilmu bagi muslim maupun muslimah.

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR: Ibnu Majah)

“Barangsiapa menginginkan soal-soal mengenai dunia wajiblah ia memiliki ilmunya; Barangsiapa yang ingin (selamat dan bahagia) si akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula ; Barangsiapa yang menginginkan keduanya, wajiblah ia memiliki kedua-duanya (HR. Bukhori Muslim)

Sedangkan dalam Alquran Allah pun berfirman :

“Allah akan meninggikan orang- orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al Mujadalah : 11)

Ilmu merupakan kunci dalam perbuatan. Perbuatan tanpa ilmu bisa menjadi kesia-siaan karena bisa jadi yang dilakukan bukan di ridhoiNya malah menjadikan Allah murka. Sehingga pantaslah Islam mewajibkan umatnya menuntut waktu tanpa batas waktu. Ada isyarat melalui hadistnya Rasulullah juga memerintahkan untuk menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat.

Dengan ilmu pula barang siapa yang ingin sukses di dunia maka ilmu kuncinya. Barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat maka ilmu pula jawabannya. Bukan hanya kseuksesan saja, Allah dalam firmanNya diatas selain kesuksesan juga memberikan kemulian orang yang berilmu. Kalau demikian pentingnya menuntut ilmu maka maka mengapa tidak dilakukan dengan penuh kesungguhan?

Sebagai muslim/muslimah budaya belajar serta menuntut ilmu harus terus dilakukan. Usia, waktu dan tempat sering jadi alasan untuk tidak menuntut ilmu. Padahal tingkat keimanan mengalami fluktuatif. Kadang berada pada puncak keimanan tetapi sebaliknya juga berada di posisi terendah. Untuk menyeimbangkan agar keimanan dan ketaatan bisa seimbang setiap waktu menuntut ilmu bisa menjadi salah satu caranya.

Saya cukup prihatin ketika ada yang beranggapan bahwa belajar hanya diperuntukkan bagi mereka yang sedang berada di bangku sekolah. Mereka yang berkewajiban belajar yang ingin meningkatkan karier. Bagi ibu rumah tangga yang bergelut dengan urusan domestic rumah tangga plus anak tidak lagi perlu belajar. Padahal seorang ibu apalagi muslimah yang merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya wajib untuk belajar sepanjang waktu sehingga bisa memberikan edukasi yang terbaik bagi anak-anaknya.

Belajar sepanjang waktu tidak hanya bermanfaat bagi orang lain tapi juga disi sendiri. Dengan belajar dan mengetahui banyak hal akan membuat seseorang lebih percaya diri dalam pergaulannya. Dengan belajar lupa yang telah berusia dan dihantui penyakit lupa bisa sebagai peningkat otak untuk tidak lupa. Dengan manfaat yang banyak sekali yuk belajar sepanjang waktu apapun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *