kontemplasi Parenting

Ketika Anak Menjadi Ujian

Bagi sebuah pernikahan memiliki anak adalah sesuatu yang diharapkan. Namun yang namanya kehidupan,  Allah SWT  menguji hamba-Nya termasuk berkaitan dengan anak. Bisa jadi setelah menikah sekian tahun dengan segala usaha namun anak tak kunjung hadir. Atau ada yang sebaliknya. Hadirnya anak dengan kondisi ekonomi dan mental yang belum siap, malah menjadi permasalahan dalam pernikahan. Sehingga anak pun bisa menjadi ujian bagi orang tuanya.

Sebagai seorang muslimah tentu sumber pedoman hidup adalah Al Quran. Maka ketika melihat tentang anak pun mengacu pada AlQuran. Di dalam Al quran kedudukan anak ada lima :

  1. Kehadiran anak adalah ujian.

Dalam surat Al Anfal ayat 28 dijelaskan, sama halnya dengan harta anak bisa menjadi ujian bagi orang tuanya. Kesayangannya pada anak melebihi apapun dan bisa melalaikannya untuk ibadah kepada Allah.

  1. Kehadiran Anak adalah perhiasan dunia bagi orang tuannya. Kehadiran anak yang ditunggu akan menjadi keindahan dalam suatu rumah tangga. Namun hanya sebatas untuk perhiasan saja di dunia tanpa ditujukan untuk kebahagian akhirat.
  2. Kehadiran anak sebagai penenang hati orang tuanya. Hadirnya anak bisa menjadi keceriaan dan ketenangan bagi orang tua ketika melihatnya. Misalnya saja ketika seorang pulang kerja dalam keadaan kelelahan kemudian bertemu dengan anaknya, maka badannya menjadi segar. Selain itu anak juga bisa sebagai penjaga ketika orang tua telah tua nantinya sehingga hatinya lebih tenang menghadapi kehidupan.
  3. Kehadiran anak sebagai musuh orang tua. Tidak selamanya anak yang diharapkan akan tumbuh menjadi anak yang sholeh, menghormati orang tua dan berperilaku baik. Faktor pergaulan, lingkungan dan pendidikan yang salah bisa menjadi pemicu anak untuk melakukan perbuatan yang kurang terpuji. Disinilah seolah anak selayaknya musuh orang tua yang pemikirannya tak sejalan dan selalu dalam pertentangan.
  4. Kehadiran anak sebagai amanah bagi orang tua. Sebagai seorang muslim tentu menyadari segala sesuatu merupakan penciptaan Allah dan amanah dari-Nya, tidak terkecuali anak. Maka ketika menyadari hal itu, sebagai orang tua akan dengan sekuat tenaga dan juga doa untuk menjaga amanah itu agar sesuai dengan fitrohnya. Secara fitroh manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Maka ketika memiliki anak pun secara maksimal orang tua mengupayakan untuk penghambaan juga yang dilakukan anaknya. Jika seorang anak menyadari bahwa dia merupakan hamba yang wajib tunduk dan patuh terhadap aturan sang pencipta tentu akan ada jawab pula terhadap hubungan horizontal termasuk kepada orang tuanya.

 

Ada yang mengibaratkan anak lahir ke dunia seperti kertas putih tanpa dosa dan catatan amal. Namun dari lingkunganlah kemudian dia belajar menuliskan amal perbuatannya. Dan sebagai orang tua tentu menginginkan anak akan menuliskan keindahan dalam amalnya. Untuk itulah berusaha menjadi orang tua yang baik serta mendoakan anak adalah cara mewujudkannya.

3 thoughts on “Ketika Anak Menjadi Ujian”

  1. Anak adalah tanggung jawab orang tua bagaimanapun kondisi mereka. Orang tau tetap harus senantiasa mendidik dan mendoakan untuk kebaikan orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *