Info

LGBT Dalam Islam

Beberapa minggu ini lini masa media sosial berseliweran kembali masalah LGBT. Semua itu berawal dari Judicial Review (JR) kepada Mahkamah Konstitusi yang diajukan oleh AILA terhadap Undang- Undang yang mengatur tentang LGBT. Dalam sidangnya empat dari kelima hakim MK menolak JR tersebut. Berita penolakan itupun akhirnya ramai dibahas oleh masyarakat. Berbagai penafsiran serta berbedanya sumber informasi menjadikan persepsi masyarakat terhadap keputusan MK yang berkembang simpang siur. Ada yang mengakatakan bahwa melalui penolakan tersebut berarti MK melegalkan LGBT di Indonesia. Ada yang berpendapat bahwa keputusan MK hanya meneruskan tentang Undang-Undang yang berlaku karena bukan kewenangan MK memutuskan hal tersebut. Sampai pada akhirnya ketika ILC menghadirkan bahasan tentang LGBT, bukan hanya lini masa media sosial yang ramai tapi LGBT telah menjadi isu nasional yang viral.

Apakah LGBT itu?
LGBT yang kepanjangan dari Lesbian Gay Bisexual dan Transgender
Lesbian : seorang perempuan yang mempunyai orientasi syahwat hanya kepada sesama perempuan
Gay : seorang laki-laki yang mempunyai orentasi dengan sesama laki-laki
Bisexual : seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang bisa menyukai sesama jenis dan lawan jenis
Transgender : seseorang yang awalnya memiliki jenis kelamin perempuan (atau bisa juga laki-laki) kemudian menggantinya berlawanan dengan aslinya.
Dalam perkembangannya di negara yang menganut liberal, banyak membuat jenis kelamin baru. Jenis kelamin yang hanya 2 yaitu laki-laki dan perempuan kemudian kelamin ketiga, keempat dan seterusnya. Bahkan di negara Thailand jenis kelamin ada 18 macam.

Sejarah panjang LGBT
Di dalam Alquran yang turun lebih dari 1000 tahun lalu telah membahas perilaku penyimpangan kaum LGBT. Alquran sebagai kalam illahi menuturkan tentang kaum Nabi Luth yang pertama kali melakukan perilaku LGBT. Karena perilakunya yang menyimpang dari fitrah manusia yang diberikan oleh Allah SWT tersebut maka Allah mengazab kota pompei, yang merupakan tempat tinggal kamu Luth dengan hujan batu dari tanah neraka jahanam dan gempa. Tanah pun terbalik dan kaum nabi Luth di kubur hidup-hidup. Sampai sekarang bukti sejarah itu bisa dilihat. Bagamana manusia dengan segala aktifitasnya bahkan ada yang melakukan hubungan khusus suami istri menjadi batu. Semua itu sebagai bukti dan pelajaran agar umat selanjutnya tidak menirunya.
Atas nama HAM pelaku LGBT pun meminta hak yang sama dengan yang lainnya termasuk dalam hal pernikahan. Di beberapa negara luar negeri seperti Belanda, Amerika Serikat dan Thailand telah melegalkan keberadaan kaum LGBT ini. Sehingga dengan mudah mereka dapat melakukan aktivitasnya bahkan membina rumah tangga selayaknya orang pada umumnya. Sebagai negara digdaya tentu keputusan Amerika serikat yang telah melegalkan LGBT berimbas kebanyak negara termasuk Indonesia. Tak berbeda di luar negeri, perkembangan LGBT dari tahun ke tahun di Indonesia juga semakin besar. Hal itupun diiringi pula kampanye baik tersirat maupun tersurat LGBT kepada masyarakat luas. Dulu mengakui diri sebagai kaum LGBT adalah sesuatu yang tabu. Namun sekarang suatu kebanggaan bahkan beberapa selebritis yang merupakan role model secara terang-terangan menyatakan bahwa diri mereka LGBT.

Pandangan Islam tentang LGBT
Sebagai rahmat bagi semesta islam mengatur segala aspek kehidupan manusia. Dari diri sendiri mulai hal terkecil seperti makan bahkan tidur pun diatur islam. Hubungan vertikal dengan Sang Maha pemilik Hidup dan hubungan horisontal yaitu dengan lingkungan alam, hewan dan sesama manusia dengan gamblang dibeberkan dalam Islam. Termasuk hubungan khusus yaitu pernikahan karena menyangkut pembentukan generasi manusia selanjutnya.
“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasangan, agar kamu mengingat kebesaran Allah (Az-zariyat :49).
Yang dimaksud berpasangan disini adalah laki-laki dan perempuan. Karena tujuan dari pernikahan adalah selain untuk ibadah kepada Allah juga merupakan upaya berkembangbiaknya manusia agar keberadaan manusi yang merupakana kholifah di bumi tetap ada.

Jika sekarang berkembangnya LGBT yang menuntut untuk pernikahan sejenis, maka jelas bertentangan dengan hukum Islam. Secara hukum jelas Islam mengharamkannya. Bahkan Mahzab Imam Hambali berdasarkan ijma; para sahabat menyepakati hukuman bagi kaum homo dan lesby adalah di bunuh
“Barang siapa melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah yang menyetubuhi atau disetubuhi”

Hukum Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta. Dan ketika LGBT semakin marak maka kembali ke jalan Islam adalah salah satu jalan terbaik agar terhindar dari azab yang pedih.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *