Parenting

Parenting Ala Nabi Ibrahim As

Dewasa ini banyak sekali ilmu parenting yang dikembangkan. Berbagai seminar, workshop atau yang lebih mudah ditemui adalah melalui fanpage facebook pun banyak yang membahas tentang parenting dengan berbagai tokohnya. Ada Ibu Elly Risman, Ayah Edi, Kak Seto, Montessori dan masih banyak lagi. Tentang ilmu parenting siapa yang terbaik, maka saya menekankan parenting layaknya sebuah obat. Bisa jadi ilmu parenting si A cocok untuk penerapan kelurga saya tapi tak cocok dengan keluarga anda. Atau bisa juga sebaliknya, tepat diterapkan dikeluarga Anda tapi tak baik dikeluarga saya. Jadi intinya tergantung pada keluarga kita mau pilih parenting seperti model apa.

Sebagaai muslim banyak kisah-kisah parenting dalam Alquran. Dari mulai Kisah nabi Muhammmad, Keluarga Imron, Keluarga lukman tak terkecuali Kelurga Ibrahim. Apalagi menjelang Idul Adha banyak nilai parenting yang bisa kita ambil dari seorang Nabi Ibrahim sehingga mendapatkan julukan Bapak Para Nabi. Tentu sesuatu yang luar biasa sehingga bisa melahirkan generasi unggul, generasi para nabi dari seorang bapak yang mulia.

Setidaknya ada 5 ciri parenting ala Nabi Ibrahim As.

  1. Mengutamakan Allah diatas segalanya. Pasti kita ingat bagaimana peristiwa penembelihan Nabi Ismail yang kemudian diganti Allah dengan seekor domba?. Kisah tersebut tak bisa lepas dari ketaatan serta keimanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nabi Ibrahim yang sangat mencintai putranya setelah penantian yang hampir sembilan puluh tahun yang akhirnya lahirnya Nabi Ismail harus disembelih karena perintah Allah. Tentu karena bukan atas ketaatan tak mungkin Nabi Ibrahim sanggup melaksanakan perintah Allah. Pun demikian dengan Nabi Ismail. Keimanan serta didikan dari Nabi Ibrahim mampu menjadikan Nabi Ismail sosok yang mempunyai karakter keimanan yang kuat dan ikhlas melaksanakan perintah Allah walaupun nyawa menjadi taruannya.
  2. Mengajak anak sejak dini dalam keimanan. Ka’bah bisa menjadi saksi sejarah bentuk keimanan seorang ayah Ibrahim dan anaknya ismail. Karena Nabi Ibrahim lah yang menata bata- bata ka’bah dan dibantu dengan dengan Nabi Ismail. Keduanya menjalankan sebuah proyek untuk Allah sebagai bentuk ketaatan sekaligus menanamkan nilai pada sang anak tentang keimanan. Tentu sama dengan Nabi Ibrahim banyak proyek kebaikan yang bisa dilakukan dengan anak misalnya mengajaknya untuk bersedekah sehingga anak dapat mengambil nilai sedekah dan membiasakan mengajak anak untuk sholat berjamaah dimasjid.
  3. Membaluri anak dengan Doa. Benar jika doa adalah senjata orang beriman. Setelah pengasuhan dan pendidikan diberikan kepada anak, selanjudnya yang dilakukan adalah berdoa. Seperti Nabi Ibrahim meskipun jauh terpisah dengan anaknya yang ada di Mekkah sedangkan beliau terpisah dengan ibunda Sarah namun doa- doa beliau mampu menjadikan Nabi Ismail seorang yang taat dan beriman. Doa Nabi Ibrahim pun banyak terdapat di Alquran yang bisa dicontoh. Misalnya saja doa memohon untuk taat dan patuh kepada Allah bahkan untuk anak cucu Nabi Ibrahim (QS : Al-baqoroh : 128), memohon anak keturunan yang tetap mendirikan sholat (QS : Ibrahim : 40) dan masih banyaknya doa Nabi Ibrahim lainnya di dalam Alquran
  4. Tawakal Pada Allah. Setelah sebuah ketaatan kepada Allah dilakukan, menjalankan ketaatan tersebut dan doa selanjutnya adalah tawakal atau menyerahkan urusan kepada Allah. Termasuk dalam pengasuhan terhadap anak. Ketika datang perintah dari Allah untuk membawa Siti Hajar ke Makkah dan meninggalkannya sendirian tentu ada kekawatiran. Apalagi Siti Hajar dengan bayi Ismail yang mungil yang sangat disayangi dan dinanti. Namun demi taat kepada Allah Nabi Ibrahim melakukannya dan menyerahkan Urusan Siti HajaR dan bayinya kepada Allah.
  5. Membuat quality time bersama Anak. Hidup nabi ismail yang terpisah dengan nabi Ibrahim tentu tak setiap saat bisa bertemu. Namun waktu yang sedikit itu benar- benar dimanfaatkan dalam pendidikan yang berkualitas. Misalnya saja dengan cara membangun ka’bah bersama serta menanamkan ketaatan dan keimanan. Sehingga tak mengherankan ketika Nabi Ibrahim datang dan mengutarakan keinginannya untuk melaksakan perintah Allah atas dasar keimanan dan ketaatan nabi Ismail dengan patuh dan ikhlas melaksakannya.

Dengan berbagai berita kriminal yang terjadi sekarang tentu tak lepas dari peran orang tua dan lingkungannya. Terlebih yang tak banyak memahami parenting serta sedikitnya waktu bersama dengan keluarga karena sebuah pekerjaan atau sibuk dengan gadget. Tulisan ini jadi sebuah catatan kecil untuk kembali merengkuh keluarga kita ke dalam keimanan dan ketaatan seperti Parenting ala Nabi Ibrahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *