Tak Berkategori

3 Kelebihan Suami Yang Harus Disyukuri Istri

marriedBeberapa hari lalu saya sempat terkejut dengan kabar perceraian seorang teman yang pernikahannya baru seumur jagung. Setahu saya, teman tadi sebelumnya telah berpacaran dengan sang suami cukup lama. Untuk saling mengenal dan pemantapan sering dijadikan untuk menunda memasuki gerbang pernikahan. Berbagai spekulasi selayaknya berita gosip ditelevisi pun ramai beredar. Dan, membuat miris adalah kabar bahwa teman saya yang notabene seorang istri mendua dengan teman suaminya. Dihadapan sang istri, sudah tak ada kebaikan sang suami.

Dalam islam sendiri perceraian sebenarnya diperbolehkan, tapi yang perlu digaris bawahi yaitu merupakan jalan terakhir dan apabila pernikahan tetap dijalankan akan membawa banyak kemudhorotan. Sehingga hukum perceraian sendiri adalah boleh namun menjadi perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT.

Dalam membina rumah tangga, karena seringnya hidup bersama bahkan tak ada lagi batasan lagi antara seorang suami dan istri menjadikan hanya melihat kekurangan tanpa kelebihannya. Justru dengan melihat kelebihan pasangan merupakan jalan untuk menghargai, menghormati dan pada akhirnya tetap mencintainya. Terlebih melihat kelebihan pasangan orang lain yang di bagikan di media social yang belum tentu dengan kebenarnya sering menjadi lahirnya sifat tidak bersyukur. Padahal banyak sekali  bahkan bisa dikatakan tak terhitung kebaikan suami bagi istri.

Berikut ada 3 kebaikkan suami bagi saya sendiri, dan juga ukhti yang patut disyukuri.

Suami yang seiman. Sebagai seorang muslimah, yang diharapkan pertama kali ketika memiliki suami adalah yang seiman yaitu beragama islam. Bagaimanapun agama adalah jalan hidup. So, termasuk juga dalam pernikahan pun sesuai dengan aturan islam yang mewajibkan pasangan beragama islam sebagai salah satu syarat syah pernikahan. Sehingga jika suami kita masih mempunyai iman, dalam artian bukan sekedar pengakuan secara lisan semata namun juga ada tindakan nyata seperti beribadah sholat, mengaji dll merupakan kebaikan suami yang tak tergantikan dengan materidan tak semua pasangan bisa menikmati.

Memberi Nafkah. Ketika seorang wali telah menikahkan anaknya dan akad nikah telah terucap, maka yang wajib ditaati yang pertama kali oleh seorang perempuan bukan lagi orang tuanya, tetapi suaminya (sepanjang tidak memerintahkan kemungkaran). Demikian pula, nafkah lahir dan batin sekarang berpindah pada sang suami. Itu artinya keluarga kecil telah terbentuk, dan suami yang menafkahi istri dan keluarganya dengan mencari nafkah dengan penuh kelelahan. Sudah selayaknya ukhti kita bersyukur atas nafkah dari suami. Meskipun kadang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan setidaknya sang suami masih mau berusaha dan bertanggungjawab pada keluarganya.

Pendamping hidup. Jika telah siap untuk menikah maka itu artinya telah siap hidup suka duka dengan pasangan. Karena dalam pernikahan ada kalanya berada pada titik kesuksesan tapi tak jarang diposisi paling bawah kemiskinan. Disitulah akan ditemui kebahagian yang sesungguhnya dalam keluarga ketika bisa saling menguatkan satu sama lainnya. Bersama dalam suka dan duka, berbagi, mendampingi adalah kebaikkan suami yang tentu tak diberikan pria lainnya.

No body is perfect, begitu juga suami kita. Namun kembali lagi, yuk mengaca diri sendiri Berdamai Dengan Suami serta bahwa banyak juga kekurangan kita sebagai istri. Jadi jalan terbaik agar rumah tangga kita tetap bahagia adalah kita sebagai istri “berkaca” apa kekurangan kita sebelum menhakimi suami dengan kekurangannya dan selanjutnya lebih banyak melihat kebaikan yang dimiliki dan diberikan oleh suami.

Tulisan ini merupakan tantangan dari Mbak Rani pada BM Sisterhood pada Blogger Muslimah

 

3 thoughts on “3 Kelebihan Suami Yang Harus Disyukuri Istri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *